Bagi anda yang sedang menimbang-nimbang untuk memasang koneksi internet ADSL Telkom Speedy di rumah atau kantor anda, berhati-hatilah.
Kisah saya ini berasal dari pengalaman nyata, dimana saya melakukan pemasangan Speedy pada tgl. 23 Juni 2009. Waktu itu saya sedang buru-buru, jadi saat teknisi yang memasang Speedy di rumah saya menawarkan untuk sekaligus membeli modem ADSL dengan merk TP-LINK, saya tanpa berpikir panjang langsung mengiyakan, meskipun dalam hati saya cukup curiga dengan tingkah-langkah sang teknisi. “Mungkin hanya perasaan saja..” pikir saya pada waktu itu.
Ternyata intuisi saya yang tidak mengenakkan itu terbukti sekarang.
Kurang lebih 2 minggu yang lalu, kira-kira tgl. 21 Oktober 2009, modem TP-Link yang saya beli tersebut tiba-tiba ngadat, kadang-kadang bisa koneksi internet, kadang-kadang juga putus. Saya mencoba menelpon ke 147 untuk komplain, tapi ternyata setelah diperiksa jaringan Speedy di wilayah saya sedang baik-baik saja, tidak ada masalah apapun. Lalu customer service yang melayani saya menyarankan untuk melaporkan masalah ini dengan Kopegtel dimana saya membeli modem tersebut. Inilah awal peristiwa ‘ping-pong’ yang berlangsung selama hampir sebulan.
Singkat kata, setelah di-Ping ke Kopegtel, saya harus dengan sabar menunggu mereka mengangkat telpon. 3 hari berturut-turut saya ‘memborbardir’ telpon mereka, namun tidak ada seorang pun yang mengangkat telpon. Akhirnya karena sibuk, saya lupa untuk menelpon lagi sampai minggu berikutnya.
Nah, di minggu berikutnya, mujizat terjadi, karena akhirnya setelah berhari-hari ada juga yang mengangkat telponnya, seseorang yg bernama ‘Ardi’. Dia berjanji untuk menindaklanjuti komplain tentang penukaran modem TP-Link saya yang rusak, dan ini cukup untuk membuat saya lega. Tapi setelah ditunggu-tunggu, sampai 2 hari berikutnya pun tidak ada seorang pun yang menindaklanjuti perkataan Bpk.Ardi lagi.
Saya mencoba untuk menelpon lagi, dan sungguh sangat mengesalkan; butuh waktu 2 hari lagi untuk akhirnya seseorang disana mau mengangkat telponnya! Saya mulai curiga, apakah Kopegtel itu memang benar-benar ada, ataukah ia hanya perusahaan fiktif atau minimal kerja freelance beberapa orang yang memiliki koneksi dengan Telkom Speedy.
Saya melaporkan kembali masalah saya tepat pada hari ini, 4 November ’09, namun jawaban yang saya terima cukup mengejutkan: “Garansi dari Kopegtel hanyalah berlaku selama sebulan Pak.”
“Haahh?!!” pikir saya, “SEBULAN??!!”
“Dulu seingat saya teknisi yang memasang Speedy di rumah saya bilang garansi setahun, kok sekarang jadinya cuma sebulan??!”
Ia menjawab, “Setahun itu garansi dari vendor Pak, sedangkan dari Kopegtel cuma berlaku sebulan.”
“Lha, kenapa ga bilang dari pertama?! Kalo bilang dari pertama, ya pasti saya ga akan beli sama Kopegtel! Kala begini, enak bener ya Kopegtel, cuma pindahin barang ke customer, trus servis dll. lempar ke vendor. Ngapain kalo gitu ada Kopegtel?! Mending langsung aja ke vendor!”
Lalu dengan kesal saya bertanya, “Jadi sekarang bagaimana Pak? saya harus lapor ke siapa?”
Dengan enteng ia menjawab, “Ya, langsung aja Pak ke vendornya. Coba deh telpon Pak Cecep di xxx-xxxxxxx, dia tahu berapa nomor telpon vendornya.”
Pong,… saya di-PONG!
Lalu saya telpon Pak Cecep. Cukup lama sebelum ia menjawab, dan ketika diangkat saya dengan segera melaporkan masalah saya. Setelah mendengarkan paparan saya, ternyata jawaban yang sama ia berikan.
“Langsung aja Pak ke vendornya, kita sendiri sudah ga bisa membantu karena garansinya sudah habis.”
“Lalu Pak..” jawab saya, “…bisa minta no. telpon vendornya?”
“Wah, saya kurang tahu Pak.”
Dengan bingung saya menyahut, “Loh, kata Kopegtel, Bpk. tahu berapa no. telpon vendornya.”
Lalu ia berkilas, “Bener Pak, saya ga tau, salnya vendornya itu beda-beda, ga cuma ada satu vendor. Jadi coba Bpk. lihat aja di dus TP-Linknya, disana ada no. telp vendornya.”
Ping,… saya di-PING!!
HHhh…. rese abis. Tau begini, saya langsung aja beli sendiri ke toko.
Pengennya praktis, malah sekarang jadi ribet begini.
Jadi teman-teman, percayalah, hati-hati dengan Kopegtel. Saya secara pribadi menyarankan anda untuk tidak membeli peralatan koneksi internet anda dari pihak perantara alias pihak ketiga, jauh lebih baik langsung saja anda beli sendiri ke toko, dan jauh lebih baik lagi apabila anda punya teman atau kenalan yang kebetulan toko komputer.
Kalau kebetulan anda tidak punya referensi atau kenalan toko komputer sama sekali, cobalah hubungi sahabat saya yang bernama Gunawan di (021) 980-58318, nama tokonya Delta Komputer di Pusat Elektronik Harco Mangga Dua Lt.3 (alamat persisnya lupa). Meskipun dia terkesan cuek dan agak jutek, tapi percayalah, dia tipikal pedagang yang mau memberi lebih bagi pelanggan-pelanggannya, dijamin puas.
PS: saya ga dapat komisi loh promosi begini, tapi nanti saya coba minta, siapa tau dapet. hehehe….